Alt/Text Gambar

Kamis, 20 September 2012

0 =SAAT ITU AKAN TIBA=

Date: Kamis, 20 September 2012 03.59
Category:
Author: Faisal Amirul Mukminin
Share:
Responds: 0 Comment


Sejenak lupakan tawa itu.Tinggalkan dulu segala urusan duniawimu. Luangkan waktu 'tuk sekedar mengingat,bermuhasabah akan sesuatu yang pasti menghampiri diri.

Saat itu akan tiba,Sahabat !

Saat dimana wajahmu terlihat pucat pasi,tubuhmu kaku tak bergerak.
Gelar hanya tinggal sejarah,segala prestasi dan pencapaian yang di dapat tak ada yang peduli.
Bukankah hanya amal yang setia mengikuti ?

Saat itu kau sendiri mempertanggung jawabkan skenario hidup yang kau pilih.
Baik buruk diperhitungkan dipengadilan dengan keadilan tertinggi.
Mungkin ada banyak penyesalan akan waktu di dunia yang terlewati sia-sia,mungkin juga ada kelegaan atas kesadaran beribadah.

Atau saat yang lain akan tiba,Sahabat !

Saat dimana kabar itu menghampirimu (siapapun) yang tersayang meninggalkanmu untuk selamanya.
Tak ada lagi dialog yang terangkai panjang,tak bisa lagi canda tawa menggurat indah.
Kau sendiri,melihat tubuh yang tersayang terbujur kaku.

Saat itu,hilanglah kesempatan 'tuk mewujudkan niat baik membahagiakan.
Hilang pula sosok yang paling menyayangi dan mengerti dirimu.
Mungkin terlalu banyak penyesalan dalam keterlupaan dan kedurhakaan.Mungkin juga masih ada kelegaan atas do'a yang pernah dipanjatkan.

Maka yang manapun,sebelum kepastian saat itu tiba,masih ada waktu yang diberikan-Nya.
Jika sekarang kita terlalu lena dalam setumpuk aktifitas keduniaan,maka rehatlah,berikan sedikit waktu bagi diri 'tuk mengingat yang kekal disana.
Apa yang sudah dilakukan ?
Sudah siapkah jika 'Tamu' Itu menghampiri orang yang tersayang ?

Tak ada yang bisa menjamin batas hidup seseorang.Mungkin besuk atau sekarang,saat diri sedang bergelimang prestasi,saat orang-orang banyak yang mengagumi,atau saat dunia kau rasa telah diraih.
Saat itu pula Dia memanggilmu.Dan saat itu,hanya predikat khusnul khatimah yang bisa menjamin hidup setelah meninggalmu.

Artikel Terkait :



Posting Komentar